Ads Top

Mengapa Fanatisme Agama Harus Dihentikan

Kejadian ini terjadi Chennai, India. Ditulis oleh Harun Resit Aydin, Seorang Turki yang bekerja di India.

Tiga hari yang lalu, saya check-in di Bandara Chennai dan kemudian menunggu pesawat saya ke Bangalore.

Ketika saya menonton beberapa video di ponsel saya, tiba-tiba seorang anak yang sangat lucu duduk di sebelah saya, gadis itu mungkin berusia 6-7 tahun, dan meraih pundak saya dan tersenyum. Dia melihat video yang saya tonton dan tertarik menonton bersamaku.

Aku tersenyum padanya dan mencoba mengajaknya anak itu mengobrol. Saat itu saya kepikiran kalau saya masih beberapa cokelat di saku saya. Saya mengambilnya dan memberikan cokelat padanya. Sampai situ, tidak ada masalah, dia sangat senang dan berterima kasih.

Tetapi ketika dia membuka salah satu cokelat, ada suara datang dari belakang, ibunya mengatakan sesuatu dalam bahasa Hindi yang membuat saya benar-benar marah :

'' Jangan diambil, ini bukan dari orang Muslim .. ''

Dikatakan dengan penuh amarah, sehingga anak itu segera bangkit dan kembali ke ibunya. Sang ibu kemudian melempar cokelat pemberianku. Tentu saja, si ibu mengira bahwa saya tidak memahami bahasanya dan juga mengira bahwa saya tidak melihat apa yang dia lakukan.

Saya sangat marah sehingga berbalik dan berkata :

''Saya hari ini malu bahwa saya mempunyai agama yang sama dengan Anda. Anda bahkan tidak tahu bahwa Nabi kita makan bersama dengan orang Yahudi di rumah mereka. Dan saya juga sedih bahwa gadis kecil tak berdosa ini akan tumbuh dalam keluarga seperti Anda. Dan Alhamdulillah saya seorang Muslim.."

Kemudian, ketika panggilan boarding ke pesawat, dia datang perlahan ke arahku dan mencoba meminta maaf dalam bahasa Inggris. Saya tidak sanggup menatapnya lagi saking marahnya saya waktu itu.

Ketika dia mengulangi hal yang sama berulang-ulang kali dan meminta maaf, saya hanya mengucapkan satu kalimat sebelum naik ke pesawat:

''Mintalah ampun kepada Allah, bukan kepada saya.. ''

Jangan salah kira, hal itu bukan hal yang sering terjadi di India, kebanyakan orang India berhati baik. Tetapi selalu saja ada insiden karena perbedaan agama atau karena masalah kasta. Saya sangat merasa terganggu ketika mendengar percakapan orang yang fanatik agama. India sudah 70 tahun merdeka, tapi kami harus mengirim pesan kepada orang-orang itu bahwa hal-hal seperti itu harus dihentikan.

Cukup sudah. Hal tersebut menjijikkan.

(Alih bahasa oleh M. Andre Aizar)

No comments:

Powered by Blogger.