Ads Top

Bagaimana Rasanya Tertular Virus Corona #Covid-19?

illustrasi
Seorang warga Amerika Serikat yang tinggal di Brooklyn New York, Leon Chase positif tertular virus Covid-19 dan membagikan pengalamannya berjuang melawan virus tersebut seperti yang ia tulis dibawah ini:

Tidak seperti orang kebanyakan yang cuma tau dari membaca dan mendengar, saya benar-benar merasakan dites dan positif terkena Covid-19. Kemungkinan besar saya tertular pada 3 Maret, merasakan sakit seminggu setelahnya, dan baru menerima hasil test pada 17 Maret.

#Coronavirus rasanya seperti flu yang paling parah yang pernah saya derita. Demam yang tinggi, disertai rasa kedinginan, meskipun sudah pakai sweater rangkap tiga, ia tetap bisa membuat gigimu gemetar tak terkontrol. Saya masih beruntung, karena suhu badan saya tidak pernah melebihi 102 F (38.9 C). Tapi tetap saja tubuh saya berasa terbakar. Ditambah kepala saya terasa sangat berat yang membuat segala gerakan dan aktifitas menjadi sangat berat.

Beberapa hari kemudian, saya menderita batuk yang sangat mengganggu. Namun masih beruntung saya tidak menderita sakit di dada atau masalah pernafasan, yang mungkin menjadi alasan saya harus masuk rumah sakit.

Nafsu makan saya hampir tidak ada, normalnya saya banyak makan, tapi hanya dua hari terakhir ini saya baru bisa makan sesuatu. Meskipun begitu rasanya sangat tidak enak, dan hanya bisa makan sedikit.

Untungnya saya berhasil mengontrol gejalanya hanya dengan mengkonsumsi Tylenol, dan kondisi saya sepertinya mulai membaik. Bagian terburuknya adalah terkunci di rumah, merasa sakit dan kelelahan untuk melakukan apapun selain duduk dan batuk.

Seperti yang saya katakan, saya salah satu yang beruntung: Menurut dokter, saya akan sembuh seminggu lagi.

Tapi percayalah: virus ini sangat nyata. Kamu tidak ingin ketularan dan menularkan ke orang lain. Kemungkinannya, banyak dari kamu sudah membawanya, meskipun belum ada gejala (Saya sepertinya tertular seminggu sebelum saya merasa sakit.) Tetap di rumah, dan jangan lupa cuci tanganmu.

Saya berumur 47 tahun, dalam kondisi fisik yang bagus dan sebelumnya tidak ada kondisi kesehatan yang khusus.


Penulis: Leon Chase, Brooklyn NY
Penerjemah: Arifin Bali

No comments:

Powered by Blogger.