Ads Top

Rakyat Udah Bosan Dengan Rezim Munafik Seperti Sekarang Ini?


"Rakyat udah bosan dengan rezim yang munafik seperti sekarang ini!"
"Rakyat mana?"
"Rakyat semua!"
"Kalau semua, pemerintah ini udah jatuh. Tahu kenapa?"
"Ya, kenapa?"
"Karena 90% penerimaan negara dari pajak. Siapa yang bayar pajak ya rakyat, kan? Kalau mereka merasa dizolimin ya mana mau mereka bayar pajak."
"Tapi nyatanya begitu,"
"Nyata tetapi tidak semua. Yang puas dan tidak puas akan selalu ada. Biasa aja. Faktanya lebih banyak yang happy dengan pemerintah sekarang. Terbukti penerimaan pajak sekarang lebih besar dari rezim sebelumnya."

"Devisa kita terus tergerus karena rupiah melemah!"
"Devisa itu sabagian besar milik rakyat. Bukan semua harta negara. Itu hanya catatan akuntasi BI atas kelebihan transaksi valas. Bukan tergerus tetapi demand valas memang lagi tinggi. Karena orang mau bayar utang luar negeri atau mau pergi umroh, semua kan butuh valas. Kebetulan saja catatannya negatif karena lebih banyak permintaan valas daripada permintaan rupiah. Nanti juga akan kembali naik. Hukum pasar."
"Kok hukum pasar?"
"Ya selagi ada permintaan dan penawaran, itu artinya mesin ekonomi bergerak. Akan selalu begitu. Kecuali tidak ada lagi permintaan dollar karena dollar habis atau tidak ada lagi mau beli rupiah karena nilai rupiah seperti sampah. Itu baru masalah."
"Karena ekonomi dikuasai asing?"
"Keberadaan asing justru meningkatkan penerimaan devisa. Mereka kan datang bawa valas."

"Tapi kata Pak Probowo karena ekonomi dikuasai asing."
"Ah kamu, prabowo didengar. Dia engga tahu apa yang dia omong. Makanya engga nyambung terus dengan topik masalah omongannya."
"Tetapi memang faktanya valas kita dikuasai asing?"
"Selagi PT-nya badan hukum Indonesia, devisanya dicatat sebagai cadangan devisa BI. Masalahnya apa?"
"Jadi devisa itu bukan milik negara?"
"Ya, tetapi bukan milik pemerintah."
"Bingung saya."

"Gini: Negara itu adalah kita semua termasuk pemerintah dan swasta, rakyat. Negara itu ya sistem. Hal yang imaginer. Nah, dalam catatannya, Asset negara terpisah dengan asset pemerintah. Asset pemerintah juga terpisah dengan asset swasta. Didalam cadangan devisa, ada tabungan valas pemerintah, cadangan emas, termasuk cadangan swasta dalam bentuk rekening valas. Jadi kamu harus paham bahwa milik negara bukan berarti milik pemerintah sehingga seenaknya dipake atau di hemat. Engga bisa. Itu sistem. Ada aturan dan hukum yang mengatur."
"Jadi devisa itu hanya sistem. "
"Ya, sistem dari adanya hukum permintaan dan penawaran. Kan aneh ya kalau ada orang permasalahkan hukum permintaan dan penawaran."

"Gini aja, kamu percaya kalau dibilang PSK itu masih perawan?"
"Ya engga."
"Nah gunakan akal sehat kamu kalau mendengar orang mencerca atau bergunjing terhadap orang lain. Agar kamu tetap waras tanpa dikuasai paranoid."

No comments:

Powered by Blogger.