Ads Top

Sentimen Anti China dan Peran Kader PKS Dalam Melobi Pemerintah China


Bani 'botol' yang paling anti China dapat kita pahami bukanlah kebencian yang datang dari hati mereka. Mengapa?Informasi seputar China mereka dapat dari para provokator politik yang ingin menjadikan isu China sebagai alat propaganda menjatuhkan citra pemerintah Jokowi, yang kebetulan saat sekarang banyak berdatangan investor dari China. Di tambah lagi diberi bumbu bahwa China itu komunis dan anti Tuhan, seperti kisah PKI tempo dulu.

Jadi ini lebih karena ketidaktahuan mereka tentang negeri China. Apalagi informasi seputar China lewat internet juga tidak mudah didapat. Kalaupun ada kebanyakan berbahasa China yang sebagian besar kita tidak paham bahasanya. Ada informasi di internet berasal dari media asing tapi itu lebih berisi provokasi atas ketidak sukaan terhadap China.

Sama halnya sikap pemerintah China yang begitu takut rakyatnya akan eksodus ke Indonesia. Itu sebabnya pemerintah China memberikan quota exit permit wisata dan bisnis rakyat China ke Indonesia jauh lebih sedikit dibandingkan quota ke Jepang. Padahal sebagian besar rakyat China masih dendam kepada Jepang karena pernah menjajah mereka.

Setiap proposal investasi ke Indonesia disikapi sangat ketat oleh pemerintah China, berbeda dengan keputusan investasi di negara lain. Dan nilai investasi China ke Indonesia jauh lebih kecil di bandingkan investasi China di Arab atau Afrika. China juga melarang rakyatnya beli rumah atau properti di Indonesia, sementara orang china banyak beli rumah di Australia, New Zealand.

Pemerintah China beralasan karena satu-satunya negara yang akrab dengan budaya China ya Indonesia dan hampir semua rakyat China familiar dengan Indonesia. Sangat berbeda sikap rakyat China terhadap negara lain.

Itu sebabnya kini Pemerintah China mulai melakukan reformasi politik yang memberikan kebebasan individu, seperti tidak ada larangan punya anak lebih dari satu. Memberikan subsidi besar-besaran kepada kelompok manula seperti pengadaan rumah, bebas biaya transfortasi dan kesehatan. Memberikan subsidi besar besaran untuk rumah rakyat.

Kini proyek ambisius membangun 56 juta rumah sudah selesai dibangun. Praktis tidak ada lagi keluarga China yang tidak punya rumah. Revitalisasi kampung kumuh juga sudah selesai. Bahkan wilayah yang terancam banjir dan gempa telah di pindahkan ke wilayah lain yang aman dengan infrastruktur terbaik.

Zaman SBY, loby mendekati Pemerintah China sudah dilakukan sangat intensif. Namun tidak mudah pemerintah China percaya, apalagi mau membangun proyek atas dasar B2B. Tapi ada kejeniusan SBY yaitu menggunakan kader PKS untuk melobi Pemerintah China.

Mengapa PKS? Karena negara Timur Tengah, Turki, Pakistan, termasuk yang berhasil meyakinkan China. Dan benarlah ini membuahkan hasil, dimana pemerintah China mulai tertarik untuk investasi di Indonesia.

Di Era Jokowi, persetujuan China membiayai proyek kereta Cepat Jakarta - Bandung, tidak akan berjalan mulus tanpa peran Aher, Gubernur Jawa Barat yang juga kader PKS melobi pemerintah China. Dan sekali mereka percaya, maka semuanya menjadi mudah. Itulah budaya China.

Nah, mengapa investasi China lebih dibicarakan? Karena saat ini yang paling punya uang untuk investasi ya China. Sementara Amerika, Jepang sedang dirudung masalah moneter. Tapi tetap saja investasi China di Indonesia bukanlah peringkat pertama, masih dibawah Singapore dan Jepang. Tapi bani tolol mencintai Jepang dan Singapore. Dan lagi soal jepang, bagi politisi botol bukan issue yang seksi dihadapan follower-nya.

Jadi, kalau di Cina, pemerintahnya paranoid terhadap rakyatnya karena takut mereka eksodus. Lah, di Indonesia, justru rakyatnya paranoid terhadap pemerintah yang pro China. Padahal aturan investasi berlaku bagi semua, dan kebetulan saja China masuk ke Indonesia karena mereka kelebihan uang.

*FDBB

No comments:

Powered by Blogger.